PENELUSURAN INFORMASI
2.1 Pengertian Penelusuran Informasi
Salah
satu hal penting yang menjadi bagian tak terpisahkan dari sebuah perpustakaan
adalah adanya proses temu kembali informasi, dimana secara spesifik juga akan
menyangkut penelusuran informasi. Temu kembali informasi sendiri merupakan
kegiatan yang bertujuan untuk menyediakan dan memasok informasi bagi pemakai
sebagai jawaban atas permintaan atau berdasarkan kebutuhan pemakai
(Sulistyo-Basuki, 1992).“Temu balik informasi” merupakan istilah generic yang
mengacu pada temu balik dokumen atau sumber atau data dari fakta yang dimiliki
unit informasi atau perpustakan. Sedangkan penelusuran informasi merupakan
bagian dari sebuah proses temu kembali informasi yang dilakukan untuk memenuhi
kebutuhan pemakai akan informasi yang dibutuhkan, dengan bantuan berbagai alat
penelusuran dan temu kembali informasi yang dimiliki unit informasi.
Penelusuran
informasi adalah mencari kembali informasi yang pernah ditulis orang mengenai
topik tertentu, informasi tersebut terdapat dalam publikasi yang diterbitkan
baik dalam maupun luar negeri (Djatin, 1996: 3). Penelusuran informasi
sebagaimana dijelaskan oleh Marchioni (1995) dalam Large (2001: 27) yaitu
sebuah kebutuhan hidup yang digunakan untuk merencanakan, mengambil tindakan
dan melakukan apa yang dibutuhkan untuk mendapatkan sebuah pemahaman yang dapat
diterima oleh akal.
Penelusuran
informasi menjadi penting karena “ruh” atau “nyawa” dari sebuah layanan
informasi dalam unit informasi atau perpustakaan adalah bagaimana memenuhi
kebutuhan informasi yang diminta pemakai, bagaimana menemukan informasi yang
diminta pemakai, dan bagaimana memberikan “jalan” kepada pemakai untuk menemukan
informasi yang dikehendaki. Proses penelusuran informasi menjadi penting untuk
menghasilkan sebuah temuan atau informasi yang relevan, akurat dan tepat.
Proses dan penggunaan alat yang tepat akan menghasilkan informasi yang tepat
pula.
2.2
Tujuan Penelusuran Informasi
Tujuan
dari kegiatan penelusuran informasi adalah untuk mendapatkan informasi
literatur yang dibutuhkan oleh peneliti, pengambil kebijaksanaan dan pengguna
lainnya dari dalam suatu kumpulan bahan pustaka atau dari suatu sistem
penyimpanan informasi tertentu.
Pencarian
informasi dengan menggunakan alat bantu penelusuran dapat dilakukan pada ruang
tertentu (misalnya di perpustakaan) atau pada cakupan yang lebih luas (di
seluruh dunia). Pencarian informasi secara global mungkin dilakukan berkat
kemajuan teknologi informasi, terutama dengan adanya perkembangan internet.
Internet memungkinkan semua data dapat digabungkan dan diakses dari satu
tempat.
Dengan
adanya alat bantu penelusuran informasi, diharapkan proses pencarian informasi
dapat dilakukan dengan lebih cepat dan lebih spesifik. Dengan proses temu
kembali informasi yang lebih cepat maka diharapkan dapat menghemat waktu
pencari informasi. Sehingga pencari informasi dapat menggunakan waktu lainnya
untuk melakukan kegiatan lain.
Selama
proses pembuatan alat temu kembali informasi dibutuhkan ketrampilan dan
pengetahuan yang luas, terutama pemahaman mengenai pengindeksan subyek. Dengan
adanya subyek yang tepat maka ketepatan informasi yang diperoleh pengguna akan
lebih besar.
2.3
Tipe Penelusuran
Dari
pola telusurnya, penelusuran dapat dibedakan menjadi 2 (dua) yaitu:
1. Telusur
dokumen: penelusuran dimulai dengan identifikasi dokumen atau sumber, baru
dari sini dihasilkan informasi aktual.
2.
Telusur informasi: penelusuran dimulai dengan informasi yang
diperoleh dari bank data, kumpulan data, atau perorangan.
Selain
itu sebetulnya dilihat dari cara dan juga alat yang digunakan, maka penelusuran
dapat pula dibedakan menjadi 2 (dua), yaitu:
1.Penelusuran
Informasi Konvensional: penelusuran yang dilakukan dengan dan melalui
cara-cara konvensional/manual seperti menggunakan kartu catalog, kamus,
ensiklopedi, bibliografi, indeks, dan sebagainya.
2.Penelusuran
Informasi Digital: penelusuran yang dilakukan dengan dan
melalui media digital atau elektronik seperti melalui OPAC (Online Public
Access Catalog), Search Engine (di Internet), Database Online, Jurnal
Elektronik, Reference Online, dan informasi lain yang tersedia secara
elektronik/digital.
Namun
pada layanan penelusuran informasi, pembedaan tersebut seringkali diabaikan
dikarenakan banyak pemakai yang memilih menggunakan berbagai cara untuk
memperoleh apa yang dikehendaki. Bahkan seringkali terjadi penelusuran
informasi menggunakan kombinasi dari perangkat penelusuran konvensional dan
digital untuk mendapatkan data atau informasi setepat mungkin.
2.4
Tahapan Penelusuran Informasi
Beberapa
Hal Penting dalam Penelusuran:
1) Kunci
Telusur yakni merupakan karakteristik informasi atau dokumen yang
dapat digunakan untuk keperluan telusur dan pemilihan dokumen / informasi.
Sebagai contoh adalah data atau informasi kebutuhan yang diberikan oleh pemakai
seperti subyek, nama penulis, judul, tahun terbit, geografis, dan sebagainya.
2) Pencatatan
Pertanyaan, merupakan sebuah prosedur yang akan membantu penelusur dalam
proses penelusuran terutama untuk keperluan:
a. Menghindari pengulangan penelusuran
b.Bahan evaluasi temu balik informasi, termasuk analisis prosedur yang
digunakan dan efektifitasnya
c. Identifikasi kebutuhan informasi dan dokumen
d. Pencatatan pertanyaan yang diajukan pemakai
e. Memahami bahasa dokumenter dari pemakai, misal ada pemakai yang memakai
istilah kera namun dalam perpustakaan dikenal sebagai macacaicus.
f. Evaluasi Pemakai
3) Alat
Telusur, yakni merupakan alat yang digunakan sebagai sarana untuk proses
penelusuran informasi / dokumen.
2.5
Penelusuran Informasi Digital
Perkembangan
teknologi informasi khususnya komputer telah membawa kemudahan tersendiri dalam
proses penelusuran informasi.Penelusuran informasi melalui komputer dan media
internet telah membawa orang untuk menembus batasan-batasan yang semula ada
pada teknik penelusuran informasi secara manual / konvensional. Melalui OPAC,
Search Engine, Database Online dan fasilitas lainnya akan lebih mudah
mendapatkan informasi yang dikehendaki, dengan jenis dan macam yang cakupannya
lebih luas lagi.
1) Mesin
Pencari Informasi (Search engine).
Satu-satunya
alat atau fasilitas yang dipergunakan untuk mengeksplorasi berbagai data,
informasi, dan pengetahuan yang ada di internet adalah mesin pencari atau yang
biasa disebut sebagai Search engine. Search engine adalah
sebuah program yang dapat diakses melalui internet yang berfungsi untuk
membantu pengguna komputer dalam mencari berbagai hal yang ingin diketahuinya.
Di internet, terdapat ratusan bahkan ribuan search engine yang dapat diakses
secara cuma-cuma. Karena sifatnya sebagai pintu gerbang bagi para pengguna
sebelum memasuki situs (website) yang diinginkan, banyak yang menyebut search
engine sebagai portal (bandingkan dengan fungsi portal di dunia nyata, yang
kerap ditemui di pintu masuk ke sebuah kompleks perumahan).
Dari
berbagai search engine yang ada, yang paling populer diantaranya adalah:
Google, Yahoo, dan Altavista. Melalui aplikasi browsing semacam Internet
Explorer atau Netscape, ketiga mesin pencari ini dapat diakses melalui
alamat: http://www.google.com, http://www.yahoo.com,
dan www.altavista.com.
2) Anatomi Search
Engine.
Setiap search
engine pasti memiliki sebuah fasilitas dimana para pemakai internet (netter)
dapat mengetikkan kata kunci yang akan menjadi referensi pencarian. Cobalah
mengetikkan sebuah kata (searching key) pada kotak kosong tersebut,
misalnya:
Indonesia
|
Jika
tombol search dipilih, maka aplikasi search engine akan
mencari di seluruh komputer yang terhubung ke internet, berbagai jenis data
baik dalam bentuk dokumen, gambar, audio, maupun video yang di dalamnya
terdapat teks bertuliskan kata indonesia. Yang ditampilkan oleh search
engine adalah link (alamat) keseluruhan situs yang berhubungan dengan
hasil dari pencarian terhadap kata indonesia tersebut. Seorang netter tinggal
meng-click salah satu link yang ada untuk dapat mengakses dokumen yang
dimaksud. Sebagai catatan, tidak semua search engine hasilnya akan langsung
mengarah ke situs yang bersangkutan. Yahoo misalnya memiliki hasil dimana
keseluruhan situs yang ada digolongkan dahulu menjadi beberapa kategori (sistem
index). Sistem kategori ini dipergunakan untuk membantu netter dalam menentukan
informasi mengenai indonesia yang paling relevan dengan yang diinginkannya.
3) Teknik
Menyaring Informasi yang Relevan
Sedemikian
banyaknya kuantitas informasi yang terdapat di internet menyebabkan terjadinya
fenomena information overloaded(banjir informasi yang tak terkendali).
Tengoklah bagaimana seseorang yang ingin mencari informasi dengan kata kunci
toyota akan terlihat bingung karena hasil pencarian menunjukkan adanya jutaan
situs yang berkaitan dengan kata tersebut. Tentu saja harus ada teknik yang
dipergunakan untuk dapat mencari informasi yang relevan dengan yang dimaksud.
Ada dua teknik dasar yang biasa dipergunakan, yaitu dengan menggunakan
simbol-simbol matematika dan simbol-simbol boolean.
a. Filterisasi
Dengan Simbol Matematika
Simbol
pertama yang sangat berguna untuk dipakai adalah tanda plus (+). Tanda plus
dipergunakan jika seorang netter ingin mencari berbagai
dokumen dengan kata kunci lebih dari satu. Contohnya adalah seorang guru yang
ingin mencari informasi mengenai profil penduduk di Bandung, maka yang
bersangkutan dapat mencarinya dengan menggunakan kata kunci:
+
profil + penduduk + bandung
|
Yang
dilakukan oleh mesin pencari jika menemukan format semacam ini adalah mencari
berbagai sumber dokumen maupun artikel yang ada di seluruh internet dimana di
dalamnya terdapat kata profil, penduduk, dan bandung. Jika terdapat sebuah
dokumen yang mengandung salah satu atau dua kata yang ada, maka yang
bersangkutan tidak akan ditampilkan.
Simbol
lainnya yang sering dipergunakan mendampingi (+) adalah simbol minus (-).Untuk
mudahnya, simbol tersebut dapat dibaca sebagai “kecuali”.Contoh penggunaannya
adalah sebagai berikut. Misalnya seorang pelajar ingin mencari beasiswa untuk
melanjutkan studi master di luar negeri, namun yang bersangkutan tidak mau
pergi ke Singapura maupun Australia; maka yang bersangkutan dapat melakukan
pencarian dengan cara sebagai berikut
+master
+degree +scholarship +abroad –singapore –australia
|
Dengan
format di atas maka search engine yang bersangkutan akan mencari di internet
seluruh dokumen yang mengandung teks master, degree, scholarship, dan abroad
namun tidak terdapat kata Singapore maupun Australia di dalamnya.
Satu
simbol lagi yang kerap dipakai mendampingi plus dan minus adalah simbol
multiplikasi yang direpresentasikan dengan tanda kutip (“).Simbol ini dapat
membantu netter untuk semakin memperkecil atau memfokuskan pencarian ke hal
yang benar-benar diinginkan. Yang dilakukan oleh tanda kutip adalah
memerintahkan search engine untuk mencari dokumen atau informasi yang
mengandung teks persis seperti yang ada di dalam tanda kutip terkait.
Perhatikanlah contoh searching key sebagai berikut:
“persatuan
indonesia”
|
Berdasarkan
perintah tersebut, mesin pencari akan mencari seluruh dokumen di internet yang
mengandung frase persatuan indonesia. Jika sebuah dokumen hanya mengandung kata
persatuan atau indonesia saja, maka dokumen tersebut tidak akan ditampilkan.
Walaupun terlihat sederhana, tanda kutip ini sebenarnya sangat ampuh jika
dipergunakan dengan benar.
Ada
satu hal yang patut dicatat sehubungan dengan teknik pencarian.Jika netter
menggunakan tanda spasi yang memisahkan antara kata-kata yang ada, maka spasi
tersebut dapat dibaca sebagai “atau”. Contohnya adalah pencarian dengan
searching key:
mata
ikan
|
berarti
akan menghasilkan daftar dokumen yang didalamnya terdapat kata mata, kata ikan,
atau keduanya. Pada kenyataannya, ada sebagian kecil search engine yang
tidak mengenal satu atau lebih simbol matematika seperti yang dijelaskan di
atas.
b. Filterisasi
Dengan Simbol Boolean
Simbol-simbol
boolean banyak dipergunakan oleh mereka yang memiliki latar belakang ilmu
komputer atau terbiasa dengan cara mengakses sistem basis data (database)
konvensional. Secara garis besar, beberapa simbol boolean yang penting-penting
(yang oleh beberapa kalangan dinilai sudah terlalu kuno dan ketinggalan jaman)
sebenarnya sudah terwakili dengan simbol-simbol matematika seperti yang telah
dijelaskan sebelumnya. Kelebihan dari simbol boolean adalah dapat merepresentasikan
jenis pencarian yang tergolong kompleks karena adanya simbol-simbol tambahan.
Berikut adalah beberapa simbol penting yang kerap dipergunakan oleh para netter
untuk membantu proses pencarian.
Simbol
pertama adalah penggunaan kata OR (mengandung pengertian
“atau” dalam bahasa Indonesia). Simbol ini bekerja dengan cara yang sama dengan
karakter spasi pada simbol matematika. Jika seseorang melakukan pencarian
dengan searching key sebagai berikut:
kepulauan
OR nusantara
|
maka
search engine akan mencari seluruh dokumen yang mengandung kata kepulauan, atau
nusantara, atau yang mengandung kedua kata tersebut.
Simbol
berikutnya yang memiliki fungsi kurang lebih sama dengan tanda plus pada simbol
matematika adalah AND, yang dapat diterjemahkan sebagai kata “dan”
di dalam bahasa Indonesia. Contoh dari penggunaan simbol ini adalah sebagai
berikut:
partai
AND agama AND indonesia
|
akan
mencari seluruh dokumen di internet yang di dalamnya terkandung tiga buah kata,
yaitu partai, agama, dan Indonesia. Jika di dalam model simbol matematika
terdapat tanda minus (untuk merepresentasikan kecuali), maka dalam model simbol
boolean terdapat sebuah kata NOT untuk merepresentasikan hal
yang serupa. Jadi jika seorang netter ingin mencari seluruh dokumen yang
berhubungan dengan informasi populasi di Pulau Jawa tetapi tidak ingin
mengikutsertakan kota Surabaya, maka dapat dipergunakan perintah sebagai
berikut:
populasi
AND pulau AND jawa NOT surabaya
|
Sebuah
perintah dalam metode simbol boolean yang tidak diketemukan dalam simbol
matematika adalah NEAR yang memiliki fungsi cukup unik. Untuk
mendapatkan gambaran mengenai fungsi simbol ini dapat dilihat contoh berikut:
mahasiswa
NEAR kampus
|
Perintah
di atas akan menginstruksikan search engine untuk mencari
dokumen yang mengandung kata mahasiswa dan kampus dimana jarak (jumlah kata di
antara kedua kata tersebut) berdekatan. Dengan kata lain, search engine akan
mencari dokumen dengan contoh kalimat sebagai berikut: “mahasiswa Trisakti
menggelarmimbar bebas di kampus” atau “seorang mahasiswa diketemukan tewas di
kampus” atau “mahasiswa kampus Atmajaya melakukan kegiatan social” karena jarak
kata “mahasiswa” dan “kampus” relatif berdekatan. Kriteria berdekatan untuk
masing-masing search engine biasanya berbeda.
Sebuah
simbol lainnya yang sering dipergunakan untuk merepresentasikan sebuah
searching key yang kompleks adalah sepasang tanda kurung atau nesting. Fungsi
tanda kurung di dalam metode simbol boolean sama seperti fungsi tanda kurung
pada mata pelajaran matematika di sekolah, yaitu untuk melakukan isolasi
terhadap sebuah perhitungan yang harus didahulukan. Contohnya adalah sebagai
berikut:
pahlawan
AND (diponegoro OR surapati)
|
Memiliki
makna agar search engine terlebih dahulu mencari dokumen yang di dalamnya
terdapat kata diponegoro atau surapati atau keduanya, dan hasil temuan tersebut
harus pula mengandung kata pahlawan.
Sebenarnya
masih ada banyak lagi cara-cara penelusuran Informasi digital melalui internet
ini. Namun pembahasan ini dimaksudkan sebagai modal dasar untuk penelusuran
informasi digital melalui internet yang relevan. Semakin berkembangnya jaman
kemajuan teknologi juga akan semakin berkembang dan akan semakin memudahkan
kita untuk mencari atau mencari informasi yang relevan.
salah satu video materi penelusuran informasi:
Komentar
Posting Komentar